PortalJPM.comย โ Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program SEHATI (Sekolah Sehat, Aman, Tertib dan Bersih) di SD Negeri Gajahmungkur 02, Semarang, belum lama ini.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dari lima peminatan, yakni Biostatistik dan Kependudukan, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK).
Kegiatan juga melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD Negeri Gajahmungkur 02. Dalam pelaksanaan SEHATI, mahasiswa menghasilkan sejumlah luaran yang berkaitan dengan kesehatan dan kondisi lingkungan sekolah.
Luaran tersebut di antaranya naskah kebijakan, desain sekolah sehat, naskah akademik, draft kebijakan, dashboard interaktif, digitalisasi data kesehatan, buku profil demografi sekolah, analisis status gizi berbasis data, hazard mapping, peta jalur evakuasi, modul dan poster edukasi, serta unit komposter.
Produk yang dihasilkan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan data kesehatan, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan hingga keselamatan di lingkungan sekolah.
Mahasiswa juga melakukan pemetaan potensi bahaya melalui hazard mapping serta menyusun peta jalur evakuasi. Di bidang kesehatan lingkungan, program SEHATI turut menghasilkan unit komposter sebagai salah satu sarana pengelolaan sampah di sekolah.
Sementara itu, digitalisasi data kesehatan dan dashboard interaktif dibuat untuk membantu penyajian data kesehatan sekolah agar lebih terstruktur dan mudah digunakan.
Pihak SD Negeri Gajahmungkur 02 memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Dina Puspitasari, wali kelas 6 SD Negeri Gajahmungkur 02, mengatakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat bagi sekolah dan para siswa.
โKami mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa. Kami melihat bagaimana prosesnya dari awal datang sampai di titik ini. Luar biasa sekali, semuanya bagus dan insyaallah juga bermanfaat untuk sekolah dan anak-anak didik kita. Produk-produknya juga sangat bermanfaat,โ ujar Dina Puspitasari.
Meski memberikan apresiasi, Dina juga menyampaikan masukan untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya. Ia berharap mahasiswa dapat melibatkan lebih banyak guru dalam proses pengumpulan informasi mengenai kondisi sekolah.
โSarannya mungkin bisa lebih berkomunikasi dengan beberapa guru, jadi tidak hanya satu narasumber saja. Karena pendapat itu subjektif, mungkin bisa melibatkan satu, dua, atau tiga orang supaya datanya bisa lebih dipastikan lagi,โ katanya.
Menurutnya, keterlibatan lebih banyak guru dapat memberikan informasi dan sudut pandang yang lebih beragam mengenai kondisi sekolah.
Program SEHATI menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Kesehatan Masyarakat secara langsung di lingkungan sekolah. Berbagai produk yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah sebagai bahan pendukung dalam pengelolaan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sekolah. (ids)
