PortalJPM.com – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) melantik jajaran pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Acara ini dihadiri pemangku kepentingan dari kedua negara, termasuk perwakilan pemerintah, lembaga Negeri Selangor, pelaku industri, organisasi kepemudaan, dan pengusaha.
Pelantikan ini mengukuhkan Rika Amelia Rush sebagai Ketua DPLN GEKRAFS Malaysia, serta menetapkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, sebagai Ketua Dewan Pembina DPLN GEKRAFS Malaysia, penegasan dukungan pemerintah terhadap diplomasi ekonomi kreatif Indonesia–Malaysia.
Prosesi pelantikan dipimpin Founder dan Wakil Ketua Umum DPP GEKRAFS, Laja Lapian, mewakili Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, yang bersama sebagian pimpinan DPP menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta karena penerbangan ke Kuala Lumpur dibatalkan akibat erupsi gunung berapi. Surat Keputusan dibacakan oleh Wakil Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Billy Mambrasar, yang juga menjabat Komite Eksekutif Presiden RI
(2025–sekarang) dan Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian menegaskan semangat “4L” yang menjadi arah gerakan GEKRAFS: literasi ekonomi kreatif yang optimal dan membumi, lahirnya pengusaha-pengusaha baru di sektor ekonomi kreatif, luasnya lapangan kerja yang tercipta, serta lestarinya produk kreatif, kesenian, dan kebudayaan.
GEKRAFS menyusun Asta Karya, delapan program strategis, untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju pertumbuhan ekonomi delapan persen. Kabar membahagiakan, pemerintah telah mengalokasikan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual sebesar Rp10 triliun yang dapat diakses para pelaku ekonomi kreatif yang layak.

“Selamat kepada Ketua Rika Amelia dan seluruh pengurus DPLN GEKRAFS Malaysia — bawa ekonomi kreatif makin gemilang di perantauan,” ujar Kawendra.
Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu, menekankan posisi strategis Malaysia bagi Indonesia. “Kita memiliki banyak kesamaan budaya dan perilaku masyarakat. Dengan hadirnya DPLN GEKRAFS Malaysia, kita dapat saling bertukar informasi dan peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian kedua negara,” ujarnya.
“Pekan depan kami melantik pengurus DPLN di Rusia, Dubai, Jeddah, Portugal, dan Roma, dilanjutkan Oktober ke Cina dan Hong Kong, sehingga hingga akhir tahun ada sekitar 20 DPLN GEKRAFS di seluruh dunia. DPLN GEKRAFS siap membantu pengusaha Malaysia dan Indonesia memperluas jaringan ke mancanegara,” tambah Osco.
Sementara itu, Ketua DPLN GEKRAFS Malaysia Rika Amelia Rush bertekad menjadikan DPLN GEKRAFS Malaysia tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai akselerator bisnis yang nyata. “Dengan semangat kolaborasi serumpun, kami siap memfasilitasi para pelaku usaha kreatif dari 21 sub-sektor untuk saling bertukar gagasan, memperluas jaringan pasar, hingga menarik potensi investasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekosistem kreatif di Indonesia dan Malaysia,” tegas Rika.
GEKRAFS menegaskan komitmennya menaungi 21 sub-sektor ekonomi kreatif, termasuk empat sub-sektor baru: Modifikasi Otomotif, Teknologi Baru, Konten Digital, dan Sulih Suara yang dikelompokkan dalam empat basis kreativitas: seni dan budaya, desain, teknologi dan konten digital, serta media dan distribusi kreatif. Sebagai langkah awal, DPLN GEKRAFS Malaysia memproyeksikan sejumlah program kolaborasi lintas negara. (ids)
